Alat Transportasi Hovercraft

Kapal bantalan udara atau hovercraft adalah suatu kendaraan yang berjalan di atas bantalan udara (air cushion). Bantalan udara tersebut ditimbulkan dengan cara meniupkan udara ke ruang bawah kapal ini (plenum chamber) melalui skirt (sekat yang lentur) sehingga tekanan udara di dalam plenum chamber lebih tinggi daripada tekanan udara luar sehingga timbul gaya angkat.

Untuk menggerakkan kapal bantalan udara, digunakan gaya dorong yang diperoleh dari baling-baling seperti pada pesawat udara. Gaya angkat kapal ini bekerja pada penampang yang luas, sehingga tekanan terhadap tanah atau air (ground pressure) yang ditimbulkan tidak besar. Dengan demikian, kendaraan ini dapat berjalan di atas lumpur, air maupun daratan dengan membawa beban yang cukup berat. Karena tidak adanya kontak langsung antara hovercraft dan permukaan daratan atau air, maka hambatan yang terjadi kecil sehingga hovercraft dapat melaju dengan kecepatan tinggi.

 

Prinsip Kerja Hovercraft

Prinsip penggunaan bantalan udara ini pertama kali dirancang oleh John Thorneycroft pada tahun 1879. Pada tahun 1953, dikembangkan oleh Christoper Cockerell, juga dari Inggris. Ternyata metode baru Cockerell ini dinilai sebagai salah satu percobaan yang berhasil menakjubkan.

Prinsip Cockerell ini pada memerangkap udara ke dalam bantalan yang dipasang sebagai hull kapal, dengan tujuan menghilangkan geseran pada hull kapal dari permukaan air, yang menurutnya aka memperlambat jalannya kapal seperti pada kapal konvensional. Proses itu tercapai dengan cara meniupkan udara kedalam bantalan yang dipasang pada dasar kapal, untuk menimbulkan pendangkalan ke atas dan ke bawah dengan tekanan yang lebih ringan dari atmosfer, dan memerangkap udara yang masuk dengan tabir udara yang bertakanan tinggi di sekitar sisi hull. Udara yang diperangkap dalam bantalan itu menghasilkan daya angkat sampai tiga kali lebih besar dibandingkan bila memasukkan udara secara langsung kedalam bantalan. Cockerell menciptakan model free-flight dengan menggunakan sistem ini diikuti konstruksi hovercraft bersekala penuh.

Pada tahun 1961, diperkenalkan sistem baru yang dikenal sebagai "Flexible Skirt System" yaitu menggunakan material karet sebagai penutup sisi bantalan sekitar hull sehingga penutup ini menyerupai rok yang dinamakan skirt. Hal itu dilakukan untuk menutup biaya produksi dan fungsi rok ini untuk menggantikan fungsi tabir udara dalam pengisian bantalan. Dengan penggunaan bantalan sebagai dasar kapal berarti resistan air menjadi kecil dan dengan dorongan tenaga propeler, kecepatan akan tiga kali lebih besar dibandingkan dengan kapal biasa. Selain itu, bantalan udara yang terbuat dari karet yang kuat memungkinkan kapal jenis ini dapat bergerak diberbagai medan, tidak hanya di air namun juga dirawa-rawa.

 

Komponen Utama Hovercraft

  • Lambung yakni badan kapal yang dapat dibuat dari aluminium ataupun serat kaca yang dibuat kedap air. Rongga di dalam lambung ini diisi dengan busa poliuretana yang membuat hovercraft tetap mengapung jika terjadi kebocoran pada lambung.
  • Skirt yaitu bagian hovercraft yang berfungsi untuk menahan udara di bawah hovercraft agar tidak mudah keluar. Skirt terbuat dari tekstil yang dilapisi karet untuk menjaga agar udara tetap berada di dalam ruang di bawah lambung kapal.
  • Sumber tenaga hovercraft biasanya disediakan oleh mesin diesel atau bensin. Mesin digunakan untuk memutar baling-baling yang akan menghasilkan gaya dorong.

 

Jenis-jenis Hovercraft


  • Open Plenum
Jenis ini menggunakan konstruksi ruang terbuka dengan sebuah ruang besar yang berisi udara bertekanan tinggi. Konstruksi semacam ini memerlukan tenaga/energi yang besar untuk menjamin adanya tekanan yang cukup tinggi.

  • Peripheral Jet
Konstruksi rancangan Sir Christoper Cockerel memakai jet annular (cincin), udara dipompa ke sekeliling sisi kendaraan. Tenaga yang diperlukan lebih sedikit, untuk membangkitkan alas bantalan udara secara terus menerus.

  • Plexible Skirt
Pada konstruksi ini, selubung flexible pada jet annular menyebabkan penambahan ketinggian letak hovercraft sampai 10 kali lipat, dengan demikian hovercraft dapat melintasi medan darat yang permukaannya tidak rata maupun medan pantai yang kurang baik.

  • Fixed Wall
Pada konstruksi ini, hovercraft dengan dinding sisi yang baku ini dikenal dengan itilah CAB (Capture Air Bubble atau Gelembung Udara yang Diperangkap), dilengkapi dengan selubung yang bagian ringkas pada sisi haluan sedangkan dinding sisi dapat menutup rapat bantalan udara pada bagian bawah kendaraan.

Pada hovercraft, jenis selubung yang lain dari bantalan angin yang lazim berupa kantung yang ringkas dengan tonjolan yang berdungsi sebagai penjejak dengan permukaan yang dilalui dan membentuk sekat penutup di sekitar bantalan udara.

 

Sejarah Hovercraft

Rancangan kendaraan mirip hovercraft yang pertama dicatat adalah pada tahun 1716 oleh Emanuel Swedenborg, seorang perancang, filsuf dan teolog Swedia. Rancangannya berupa sebuah kendaraan berbantalan udara bertenaga manusia dengan sebuah kokpit di tengah. Pada pertengahan 1980-an, seorang insinyur Britania Raya bernama Sir John Isaac Thornycroft membuat sejumlah model kendaraan yang menggunakan udara di antara badan kendaraan dan air untuk mengurangi hambatan (drag). Walaupun ia mematenkan sejumlah paten yang berhubungan dengan lambung kapal yang memakai udara untuk mengurangi hambatan pada 1877, tidak ada satupun dari patennya yang diaplikasikan.

 

Penggunaan Hovercraft

Setelah mengalami berbagai penyempurnaan teknis, hovercraft mulai diproduksi secara pabrikan. Pabrik yang pertama kali memproduksi adalah Saunders-Roe, yang dibiayai oleh Britain's National Research Development Corporation yaitu tipe SR. N1, sampai kemudian diproduksi jenis SR. N4 berkapasitas 254 penumpang dan 30 kendaraan.

Namun sangat disayangkan, perkembangan hovercraft yang ditanggapi berbagai kalangan bidang kemaritiman, terkesan kurang populer, bukan karena kemampuannya yang disangsikan, namun strategi pemasaran dari pihak produsennya yang kurang begitu menjangkau dunia luas. Berbagai negara dianggap lamban dalam penggunaan dan pengembangan hovercraft. Padahal bila ditinjau dari segi biaya, pembuatan hovercraft dewasa ini lebih murah dibandingkan dengan pembuatan kapal perang konvensional. Menurut konsultan Amerika Serikat, Lavis Associates, banyak negara-negara yang memiliki potensi bahan baku karet alam yang nantinya dipergunakan khususnya jenis SIR-5L ataupun SIR-10, kemudian studi dengan memperhitungkan pembiayaan pembuatan, penggunaan propulsi diesel sebagai pengganti propeler udara dan dari segi ekonomis juga timbul dalam perancangannya.

Untuk penggunaan di bidang sipil, sejauh ini hanya Inggris yang menggnakannya untuk kepentingan konvensional. Perusahaan Hoverlloyd mengoperasikan hovercraft sebagai sarana angkutan laut jarak dekat dengan memperoleh keuntungan dengan mengoperasikannya.

Penggunaan Hovercraft justru lebih banyak dibidang militer, dengan pertimbangan pakar strategi, hanya 17 persen dari garis pantai diseluruh dunia yang mampu didarati oleh kapal pendarat konvensional. Sedangkan 73 persen dari garis pantai di seluruh dunia hanya dapat dipakai oleh kapal pendarat jenis hovercraft serta 10 persen sisanya merupakan medan yang sama sekali tidak dapat dijangkau dengan kapal/perahu pendarat dari jenis-jenis yang ada saat ini, karena merupakan tebing yang tinggi dan curam serta memiliki kontur yang sangat tidak menguntungkan.

Dari negera yang mengoperasikan hovercraft di bidang militer, tercatat Inggris yang banyak mengoperasikannya. Pabrik terbesar yang kemudian memproduksi hovercraft adalah British Hovercraft Corporation (BHC). Militer Inggris mengoperasikan yakni type BH7Mk20 yang dibuat tiga versi diantaranya penyapu ranjau, serbu cepat dan pendukung logistik.

Varian lain yakni SR. N6 Mk6 sebagai sarana angkut persoel dan patroli, kemudian varian AP1-88 sebagai multy-duty hovercraft yang dibuat berbagai versi diantaranya penyapu ranjau, antikapal selam, SAR-patroli pantai, serbu amfibi, pendukung logistik serta keperluan polisi perairan dan bea-cukai. Type AP1-88 digolongkan dalam jenis LCVP (Landing Craft Vehicle Personnel).

Angkatan Laut Amerika Serikat maupun korp marinirnya mengoperasikan Hovercraft type LCAC-1 (Landing Craft Air Cushion) yang diproduksi oleh Textron, sebagai sarana penunjang operasi pendaratan amfibi Korps Marinir Amerika Serikat (USMC). Mampu membawa satu unit tank tempur utama tupe M1A1 Abrams atau empat unit LAV sekalikus dan beberapa personel maupun bekal. Sementara itu, Amerika Serikat mengoperasikan hovercraft jenis ringan atau kecil guna kepentingan patroli sungai yang efektif, dari type PACV (Patrol Air Cushion Vehicle) sementara kalangan AS sendiri menyebut hovercraft sebagai Air Cushion Vehicle.

Sementara Rusia (dulu Uni Soviet) memproduksi hovercraft yang diproduksi dalam tiga jenis yakni kelas Aist berbobot 250 ton dengan kemampuan membawa empat unit tank ringan jenis PT-76 atau satu buah tank tempur utama jenis T-72M, atau membawa 220 personel dengan perlengkapan dan kapasitas jelajahnya mulai dari tengah laut hingga masuk melalui garis pantai. Kemudian kelas Lebed berbobot 85 ton dan kelas Gus berbobot 27 ton. Untuk keperluan yang akan datang, negara-negara ini akan meningkatkan kemampuan hovercraft yang dioperasikannya.

Negara-negara lain yang banyak menggunakan Hovercraft yakni negara di Afrika (tidak disebutkan) dengan jenis produksi British Hovercraft Corporation (BHC), kemudian negara Timur-Tengah (juga tidak disebutkan negaranya) banyak menggunakan hovercraft lansiran BHC dengan type BH7 Mk20 versi multirole hovercraft, berkemampuan sebagai sarana serbu amfibi, antikapalselam, serbu cepat dan pembawa rudal.

Di Asia, Jepang dikabarkan tertarik untuk memproduksi dan mengoperasikan hovercraft, meski masih belum jelas pengembangan dan operasionalnya. Kemudian tercatat Singapura yang juga ikut memproduksi Hovercraft. Atas rancangan dari Britain's Air Vehicle Ltd, Inggris, Singapura memproduksi hovercraft dengan nama Tiger-40 yang berkemampuan angkut 3, 25 ton dengan kecepatan maksimum 35 knot di air dan 20 knot didarat. Disebut-sebut menggunakan empat mesin diesel type pendingin udara pabrikan Deutz type BF6L913C dengan kapasitas bahan-bakar 820 liter dengan konsumsi 109 liter/jam. Hovercraft ini digunakan sebagai versi angkut personel dan angkut kendaraan. Hovercraft Singapura ini diproduksi oleh Singapore Shipbuilding And Engineering Ltd. Namun belum ada kabar tentang kelanjutan penggunaan hovercraft versi Singapura tersebut.

Video Tentang Hovercraft 

U.S. Military Hovercraft Transporter 



Hovercraft Christy 6143 / Christy 6183 Best of the Best (Long Version)


 

WORLDS LARGEST HOVERCRAFT


Berikut adalah kumpulan gambar hovercraft:













Tank Kendaraan Tempur Lapis Baja

Kendaraan tempur lapis baja (armoured fighting vehicle, AFV) adalah sebuah kendaraan tempur militer yang memiliki lapisan baja sebagai pelindung serta dipersenjatai dengan senjata api. Kendaraan tempur lapis baja ini dirancang agar dapat berjalan pada medan yang sulit.

Jenis-jenis Kendaraan Tempur Lapis Baja

Kendaraan tempur tank lapis baja dapat dibagi menurut peran dan karakteristiknya.

Main Battle Tank

Main battle tank adalah kendaraan tempur lapis baja, yang berjalan menggunakan roda tapak, sehingga mempunyai mobilitas yang tinggi untuk berjalan dengan lancar di segala medan operasi.
Ciri utama MBT ini adalah pelindungnya berupa lapisan baja yang berat dan kuat, mempunyai senjata berupa meriam yang besar, serta mempunyai pergerakkan yang tinggi di segala medan dengan Lancar. Harga kendaraan MBT ini adalah mahal dan memerlukan persediaan logistik yang banyak, meskipun begitu, tank adalah senjata sangat tangguh dan serba-bisa pada medan perang modern, dikarenakan kemampuannya untuk menghancurkan target darat apapun, dan shock value-nya terhadap infanteri.

Fotot Kendaraan Tempur Lapis Baja Tank
Tank Kendaraan Lapis Baja
Foto Main Battle Tank MBT-70
MBT-70 Main Battle Tank
Foto Russian T-95 main battle tank
Russian T-95 main battle tank
Foto MBT T-90
T-90 main battle tank


Kendaraan Tempur Pengangkut Personel Lapis Baja

Kendaraan pengangkut personel lapis baja (bahasa Inggris: Armoured personnel carrier atau APC) adalah kendaraan tempur lapis baja ringan yang dirancang untuk mengangkut para prajurit infanteri di medan perang. Kendaraan APC biasanya hanya memiliki senapan mesin saja, tapi varian-variannya bisa saja dilengkapi dengan senjata meriam, peluru kendali anti-tank, atau mortir. Kendaraan APC ini sebenarnya tidak dibuat untuk melakukan peperangan langsung, melainkan untuk membawa prajurit infanteri secara aman terlindungi dari tembakan senjata ringan dan pecahan-pecahan ledakan. Kendaraan APC bisa menggunakan roda ban biasa maupun roda rantai.

Foto APC M3 Bradley
APC M3 Bradley

Foto Armoured personnel carrier APC
Armoured personnel carrier

Foto Kendaraan Tempur Pengangkut Personel Lapis Baja
Kendaraan Tempur Pengangkut Personel Lapis Baja

Foto Kendaraan pengangkut personel lapis baja
Kendaraan pengangkut personel lapis baja


Kendaraan Tempur Lapis Baja Infanteri

Kendaraan tempur lapis baja infanteri (bahasa Inggris: Infantry fighting vehicle atau IFV) adalah kendaraan pengangkut prajurit infanteri berlapis baja yang mempunyai persenjataan yang lebih berat, dan mampu digunakan untuk pertarungan secara langsung. Kendaraan lapis baja ini mempunyai lapisan pelindung baja yang lebih tebal dari pengangkut personel lapis baja, dan mempunyai persenjataan yang dapat menghancurkan pengangkut personel lapis baja lawan, seperti meriam otomatis dan peluru kendali anti-tank.

Kendaraan seperti ini sudah digunakan untuk menggantikan peran tank ringan, digunakan untuk pengintaian, serta juga dipakai oleh satuan penerjun payung yang tidak mungkin membawa tank yang berat.

Panser

Kendaraan panser, disebut penghancur tank (Tank destroyer), dipakai untuk memberikan dukungan melawan tank pada operasi bertahan atau mundur. Kendaraan ini dapat dipersenjatai dengan meriam anti-tank atau dengan peluru kendali anti-tank.

Kendaraan penghancur tank ini tidak dapat menggantikan tank, karena kendaraan panser tidak fleksibel seperti tank, karena kendaraan panser ini tidak memiliki perlindungan terhadap infanteri yang baik. Tetapi kendaraan panser lebih murah biaya produksinya dan juga biaya perawatannya dibandingkan dengan tank.


Kendaraan Lapis Baja Tank Altileri

Kendaraan Lapis Baja Tank Altileri adalah sebuah meriam artileri yang diberikan alat transportasi terintegrasi, yang bisa merupakan badan kendaraan lapis baja dengan roda rantai maupun roda biasa. Ini membuat tank artileri dapat berjalan dengan lebih cepat, mengikuti kecepatan peperangan lapis baja, membuatnya dapat bergerak dan mencapai jarak jangkau dengan cepat, serta menghindari serangan artileri balasan dan serangan senjata ringan.

Kendaraan Meriam Serbu adalah tank artileri yang fungsinya untuk mendukung pasukan infanteri. Kendaraan tank altileri biasanya dipersenjatai dengan meriam otomatis yang dapat menembakkan peluru berdaya ledak tinggi, cocok untuk melawan tentara musus yang bersembunyi di parit.


Kendaraan Roda Tiga Bemo

Bemo adalah kendaraan bermotor roda tiga, dua roda belakang dan satu roda depan. Bemo merupakan singkatan dari Becak Motor. Kendaraan digunakan sebagai alat transportasi angkutan umum di kota-kota besar di Indonesia. Awal banyak mulai dipergunakan Bemo sebagai angkutan umum yaitu pada tahun 1962.

Tujuan dipergunakannya Bemo sebagai angkutan umum di jakarta adalah untuk menggantikan becak. Namun rencana ini tidak berhasil. 

Asal Mula Kendaraan Roda Tiga Bemo
Bemo yang awal mulanya beroperasi layaknya taksi, belakangan daerah operasinya dibatasi di jalur-jalur tertentu saja, dan akhirnya disingkirkan ke rute jalur yang tak disentuh oleh bus kota. Pada tahun 1971 bemo di jakarta mulai disingkirkan, disusul oleh kota lain seperti Kota Surabaya dan Kota Malang pada tahun yang sama. Pada 1979, Pemerintah Daerah Surakarta mengambil langkah yang sama.

Di negara jepang, negara asal kendaraan roda tiga bemo, alat transportasi ini tidak dimaksudkan untuk digunakan sebagai angkutan manusia, melainkan sebagai alat angkutan barang. Ketika dipergunakan sebagai angkutan manusia, ruangan beserta tempat duduk penumpang yang tersedia sangat sempit. Kapsitas maksimal kendaraan bemo untuk mengangkut penumpang adalah 8 orang, enam orang duduk di kursi bagian belakang dan dua orang dududk di kursi bagian depan, termasuk pengemudi bemo. Saking sempitnya, penumpang yang duduk di bagian belakang tidak jarang harus duduk berdesak-desakan beradu lutut dengan penumpang lain. Situasi seperi ini, menumpang bemo dapat menimbulkan kenangan manis tersendiri, khususnya bagi penumpang yang bertemu jodoh di kendaraan bemo.

Saat pabrik negara asal bemo, jepang, tidak lagi membuat produksi suku cadangnya, kendaraan roda tiga bemo di Indonesia masih mampu bertahan karena banyak bengkel yang bisa membuat suku cadang tiruannya.

Sekarang ini kendaraan roda tiga bemo sudah banyak dihapuskan dari program angkutan kota karena bemo dianggap sudah terlalu tua, tidak aman lagi dan asapnya menyebabkan polusi. Namun di beberapa daerah bemo masih mampu bertahan dan sukar untuk dihapuskan.













Beberapa Video tentang Kendaraan Roda Tiga Bemo

Bemo 47 thn Masih Menjadi Andalan, apa kata dunia?



Bemo Tua Masih Beroperasi di Ibu Kota


Alat Transportasi Darat Bus



Pengertian Alat Transportasi Darat Bus
Bus merupakan jenis alat transportasi darat yang berfungsi untuk membawa penumpang dalam jumlah banyak. Ukuran dan berat kendaraan bus ini lebih besar dari pada mobil penumpang biasa. Istilah bus sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu omni bus, yang berarti kendaraan yang berhenti di semua perhentian.

Sejarah Alat Transportasi Darat Bus
Awal mula kendaraan bus muncul yaitu ketika kendaraan bermotor menggantikan kuda sebagai alat transportasi pada tahun 1905-an. Pada waktu itu, omnibus bermotor disebut dengan autobus. Istilah autobus masih digunakan sampai saat ini oleh negara Perancis dan negara Inggris. Omnibus pertama kali dioperasikan di negara Amerikat Serikat pada tahun 1827. Pemilik pertama perusahaan omnibus adalah Abraham Brower.

Kemajuan omnibus paling penting adalah mobil jalanan, dimana mobil jalan pertama ditarik oleh kuda. Yang membedakannya adalah keberadaan rel-rel yang terbuat dari baja yang diletakkan ditengah-tengah jalanan. Demikian juga dengan roda-roda mobil jalanan terbuat dari baja, supaya tidak merusak rel. Mobil jalanan pertama dioperasikan di Jalan Browery, New York. Pemiliknya adalah John Manson dan dibuat oleh orang keturunan dari Irlandia yang bernama John Stephenson.

Pada awalnya, bus merupakan sebuah alat transportasi darat yang jalannya ditarik oleh kuda. Kemudian pada tahun 1830-an bus bertenaga uap mulai diciptakan. Seiring dengan berkembangnya teknologi, bus bertenaga mesin konvensional mulai bermunculan, dengan seperangkat kabel-kabel yang berada di beberapa tempat dalam jumlah yang banyak. Selanjutnya, bus bertenaga mesin muncul bersamaan dengan perkembangan mobil. Setelah kendaraan bus bertenaga mesin muncul yaitu pada tahun 1895, berbagai macam model bus dikembangkan, sampai akhirnya tersebar luas berbagai bentuk bus yang utuh mulai dari tahun 1950-an. Kendaran bus menjadi sangat populer pada awal abad ke-20 karena Perang Dunia I. Saat itu, sebagian besar sarana rel dialokasikan untuk kebutuhan perang dan banyaknya mobil pribadi, sehingga diperlukan alat transportasi darat bus yang dapat mengangkut penumpang dalam jumlah banyak.
Sekarang ini, kendaraan bus di Indonesia dapat dibagi ke dalam berbagai kategori, yaitu berdasarkan ukuran, jenis, kelas dan jarak. Berdasarkan ukuran, kendaraan bus dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu bus ukuran besar, bus ukuran sedang dan bus ukuran kecil. Sedangkan jenis bus berdasarkan kelas dibedakan menjadi bus kelas ekonomi, bus kelas bisnis, bus kelas executive dan bus kelas super executive. Pembagian kategori berdasarkan kelas ini ditentukan oleh beberapa fasilitas yang disediakan oleh bus.
Jenis bus berdasarkan jarak adalah bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Bus AKAP adalah angkutan bus dari satu kota menuju  kota lain melalui antardaerah kabupaten atau kota yang melalui lebih dari satu daerah provinsi dengan menggunakan mobil bus umum yang terikat dalam trayek. Ada lagi bus antarkota dalam provinsi yang mengangkut penumpang dari satu kota menuju kota lain yang melalui antardaerah kabupaten/kota dalam satu daerah provinsi. Selain itu, masih ada juga bus kota, seperti metromini, patas, dan sebagainya, serta bus perdesaan.

Jenis-jenis bus dan penjelasannya

Coach / motorcoach
Coach atau motorcoach adalah kendaraan bus yang didesain khusus untuk berpergian dengan jarak yang jauh dibandingkan dengan bus biasa. Karena digunakan untuk perjalanan yang jauh, motorcoach dilengkapi dengan tempat duduk yang lebih nyaman, sebuah ruangan yang difungsikan sebagai bagasi serta dilengkapi dengan AC, ruang toilet dan sistem audio/video. Mesin dari motorcoach yang digunakan harus mampu menempuh perjalanan yang belum tentu mulus/bagus dibeberapa daerah. Motorcoach dilengkapi juga dengan pelindung kaca depan sebagai protektor dari aksi pelemparan kaca yang sengaja dilakukan oleh orang yang jahil.
Coaches atau motorcoach merupakan sebuah alat transportasi darat bus yang sangat fleksibel. Motorcoach dapat digunakan untuk perjalanan parawisata, perjalanan liburan atau perjalan jarak jauh antarkota. Di Indonesia motorcoach dikenal sebagai Bus antarkota.

Foto Bus Motorcoach
Bus Jenis Motorcoach Beroda Enam Buah

foto motorcoach transportasi darat
Motorcoach digunakan untuk perjalanan jauh

foto motorcoach bus
Gambar Motor coach

foto jenis bus motorcoach
Motorcoach berwarna gelap

foto motorcoach mewah
Motorcoach Alat Transportasi Darat

foto Motorcoach transportasi darat
Motorcoach Berwarna Putih



Bus Tingkat
Bus tingkat merupakan sebuah kendaraan bus yang dirancang dua lantai, tujuannya adalah agar bus tersebut dapat memuat penumpang lebih banyak dibandingkan dengan bus biasa. Bus tingkat dikenal sebagai alat transportasi umum di Jakarta dan juga di beberapa kota besar di luar negeri seperti London, Bombay, Hongkong, Singapura dan banyak lagi.

Foto Bus Tingkat Model Masa Kini
Bus Tingkat Masa Kini

Foto Pameran Bus Tingkat
Pameran Bus Tingkat

Fotot Bus Tingkat Milik Metrobus
Bus Tingkat Metrobus

Foto Bus Tingkat Roda Enam
Bus Tingkat Roda Enam

foto Bus Tingkat Model Lama
Bus Tingkat Model Lama

Fotot Bus Tingkat di Luar Negeri Warna Biru
Bus Tingkat di Luar Negeri

fotot Bus Tingkat dengena Model Keren
Bus Tingkat Keren

foto Bus Tingkat Tanpa Atap
Bus Tingkat Tanpa Atap

foto Bus Tingkat - Doubke Decker warna putih
Bus Tingkat - Doubke Decker

Bus Sekolah
Bus Sekolah merupakan Bus yang berfungsi sebagai alat transportasi untuk mengangkut anak-anak sekolah dari rumah mereka menuju sekolah atau sebaliknya dari sekolah menuju rumah, yang jarak antara rumah dan sekolah terlalu jauh untuk ditempung dengan berjalan kaki. Di Amerika bus sekolah biasanya memiliki warna cat khusus yaitu warna kuning, dilengkapi dengan lampu peringatan lalu lintas, disertai pula perlengkapan pengaman lainnya yang digunalan para penumpang yang naik atau turun dari bus sekolah tersebut. Bus sekolah pada umumnya dioperasikan oleh distrik sekolah atau oleh perusahaan penyedia jasa angkutan bus sekolah yang dikontrak.
Di Britania Raya, First Studen memperkenalkan bus-bus berwarna kuning. Namun demikian, kebanyakan jasa pelayanan bus sekolah dioperasikan dengan bus-bus biasa. Di beberapa negara lain, bus sekolah tidak selalu berwarna kuning. Di Boenos Aires misalnya, bus sekolah diberi warna cat orange dan diberi tulisan “escolares”. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pernah mencoba memperkenalkan bus sekolah, namun proyek ini tidak berhasil diteruskan, karena banyak didapati penumpang yang bukan murid sekolah juga ikut menumpang bis sekolah tersebut. Beberapa sekolah swasta di beberapa daerah di Indonesia menyediakan pelayanan bus sekolah bagi siswa-siswinya.

Foto Bus Sekolah Berwarna Kuning
Bus Sekolah Umumnya Berwarna Kuning

foto Bus Sekolah Milik Trinity Transportation
Bus Sekolah Milik Perusahaan Trinity Transportation

Foto Bus Sekolah Milik Villani Bus
Bus Sekolah Milik Perusahaan Villani Bus

Foto Bus Sekolah
Gambar Bus Sekolah

foto School Bus di Luar Negeri
School Bus


Bus Belajar
Alat transportasi darat bus tidak hanya digunakan untuk mengangkut penumpang, namun dipergunakan pula untuk keperluan pendidikan, yaitu Bus Belajar. Bus belajar merupakan sebuah bus khusus yang berfungsi untuk untuk melatih keterampilan mengemudi para supir bus. Bus ini biasanya dimiliki perusahaan bus sebagai sarana pendidikan para sopir busnya dan orang yang ingin menjadi sopir bus. Pelatihan mengemudikan bus dikalan merupakan bagian yang sangat pendting dari pendidikan ini, layaknya pendidikan mengemudi mobil biasa.


Beberapa Video Tentang Alat Transportasi Darat Bus


Prevost H-Series Motorcoach Features  


2015 Challenger Luxury Gas Class A Motorhomes from Thor Motor Coach